<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509</id><updated>2011-07-28T06:08:59.264-07:00</updated><category term='CERITAKU'/><category term='BERITA'/><category term='LIPUTANKU'/><category term='BERITAKU'/><category term='PUISIKU'/><title type='text'>putri's world</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-5812929003992257949</id><published>2010-05-24T01:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T02:00:19.706-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISIKU'/><title type='text'>LELAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak pernah sesadis ini&lt;br /&gt;Tak pernah semengharukan ini&lt;br /&gt;Tak pernah sekecewa ini&lt;br /&gt;Tak pernah ingin perduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin aku mendapatkannya&lt;br /&gt;Tak ingin dia memilikinya&lt;br /&gt;Aku benci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak pernah aku merasa sebodoh ini&lt;br /&gt;Bisakah hidup ini tanpa cinta?&lt;br /&gt;Tapi dia bukan yang ingin aku cinta&lt;br /&gt;Tapi tidak, aku hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;Apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;Dunia ini bagai fatamorgana.&lt;br /&gt;Aku sedih dan kadang ingin bunuh diri&lt;br /&gt;Tapi aku telah berjanji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat nanti semoga ia mengerti,&lt;br /&gt;Jadi tak sampai aku menutup hari .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku hanya ingin dimengerti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-5812929003992257949?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/5812929003992257949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/05/lelah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/5812929003992257949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/5812929003992257949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/05/lelah.html' title='LELAH'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-5870152269967070021</id><published>2010-03-19T20:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T20:49:27.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITAKU'/><title type='text'>Kenalan Sama Saya Yuk ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S6RFo8JunxI/AAAAAAAAAG4/vtPqOSAzq10/s1600-h/DSC00834.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 295px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S6RFo8JunxI/AAAAAAAAAG4/vtPqOSAzq10/s320/DSC00834.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450558018669158162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;H&lt;/span&gt;aii .. sodara-sodara blogger sekalian yang sudah atau belum pernah mampir ke blog saya. Sebenernya saya terlambat untuk mengenalkan diri mengingat postingan saya yang sudah lumayan banyak untuk dibacaa dan dikomentari.. Namun, kali ini saya merasa punya hutang untuk memperkenalkan diri ke teman-teman biar teman-teman tau bagaimana wujud dan karakter asli milik Anak Agung Ayu Putu Putri Saraswati yang cukup kalian kenal dengan nick name *poetry* yang sering tiba-tiba nongol di soutmix atoo diantara komen di postingan- postingan temen-temen . Bagi yang ingin meneruskan baca silahkan, kalo ngga pengen jugaa ngga papa . So Lets Chek This One :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama lengkapku pasti sudah semua tau .. tu yang ada di sebelah kiri dengan poni culun *abis di potong kemaren ma tante Rani .. hehe*. Aku kelahiran Surabaya tanggal 9 Maret tahun 1991 *cukup tua laah* . Aku terlahir dari keluarga yang berkecukupan dan selalu melalui hari dengan sedang-sedang saja .. tidak pernah berlebihan . Well. aku memang anak yang biasa-biasa saja . Terlahir lebih dulu dibanding adik saya, membuat saya terbiasa hidup mandiri dan seadanya . Saya tak pernah menuntut ini itu dan hal yang macam-macam dari orang tua saya, selain saya tau kondisi keuangan ibu dan ayah, saya juga selalu berpikir untuk kehidupan lanjutan untuk adik-adik saya . Lha kok malah jadi curhat jeung ?? Maav terbawa emosi .. :P .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut !! Kini saya bekerja sebagai reporter salah satu koran mingguan di JEmbrana *Kota Sekarang ( JEmbrana-Bali )* . Dan saya bukan seorang lulusan S1 Jurnalistik atau yang lebih seram dari itu . Saya hanya lulusan SMA . SMA Negeri 2 Negara yang sekarang sudah berubah nama menjadi SMA Negeri 2 Jembrana . Beruntung saya kenal seseorang yang bisa mengenalkan saya dengan dunia perjurnalistikan . Berbekal kemampuan menulis cerpen saat masih duduk di bangku SMA, saya mencoba menjadi wartawan dengan kemampuan bicara yang seadanya . Mungkin karena Tuhan baik sama saya, dalam waktu seminggu saja saya sudah mendapat &lt;i&gt;id-card&lt;/i&gt; yang menjadi tanda saya resmi menjadi seorang wartawan di media tersebut . Itu semua tidak lepas dari bantuan teman-teman sekitar yang selalu membimbing dalam pembuatan berita dan liputan-liputan yang harus saya jalankan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupp !! Perkenalan pekerjaan segitu dulu saja laah . kalau banyak-banyak nanti pasti enek . huek-huek deh ..&lt;br /&gt;Untuk tempat tinggal, ayah saya memilih tempat tinggal yang lumayan jauh dari hingar bingar kota . *dan saya numpang ayah saya* . Saya tinggal di salah satu desa di Jembrana . Rumah saya tidak besar dan tidak bagus . hanya cukup untuk tinggal berempat dengan ayah, ibu, adik perempuan saya, dan saya sendiri tentunya . Hidup di Desa buklanlah hal yang terlalu buruk . banyak inspirasi untuk menulis karena saya tinggal di dekat sungai dan rerimbuan pohon di gang X(gang rumah saya) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum berkeluarga, tapi saya mempunyai banyak teman . Itu merupakan anugrah tersendiri bagi saya . Saya selalu mencintai apa yang saya punya dan tidak mencintai apa yang ingin saya punya . Itu yang membuat saya tidak terlalu muluk-muluk untuk menjalani hidup dan tidak terlalu membebankan apa yang saya ingin capai . Santai laah .. hidup masih panjang *pikir saya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sekian dulu perkenalan saya . Nantikan perkenalan saya selanjutnya dalam postingan-postingan kedepan . Semoga dengan ini tidak ada lagi yang penasaran saya saya . *hmm -_-* sampai bertemu algi di postingan selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keep blogging !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-5870152269967070021?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/5870152269967070021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/03/kenalan-sama-saya-yuk.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/5870152269967070021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/5870152269967070021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/03/kenalan-sama-saya-yuk.html' title='Kenalan Sama Saya Yuk ??'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S6RFo8JunxI/AAAAAAAAAG4/vtPqOSAzq10/s72-c/DSC00834.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-6170046101183184820</id><published>2010-02-16T22:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T22:35:02.707-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITAKU'/><title type='text'>Stasiun Radio di Jembrana (Hidup Segan Mati Tak Mau)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S3uNyzKYVKI/AAAAAAAAAGw/GBe_k_1fbag/s1600-h/DSC00526.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S3uNyzKYVKI/AAAAAAAAAGw/GBe_k_1fbag/s320/DSC00526.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439096878846727330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisnis radio di Jembrana lagi lesu kalau tidak boleh dibilang mendekati bangkrut. Pengelola harus ngos-ngosan untuk mencukupi biaya operasional maupun gaji karyawan. Iklan sebagai penunjang utama hidup matinya media publik kian sulit diperoleh. Kalaupun ada pemasang, negoisasi harga menyentuh hingga batas terendah. Tak pelak, situasi ini membuat banyak radio di Jembrana hidup segan mati tak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menyambangi bagian barat Kota Negara, maka akan berjumpa dengan salah satu kantor siaran radio bernama Dirgantara FM. Berdiri sejak tahun 1977, stasiun radio ini merupakan yang tertua di Negara. Saat media hiburan dan informasi dari masyarakat masih banyak mengandalkan siaran radio, stasiun ini mengalami masa jaya. Fans maupun pemasang iklan kerap melengkapi kesibukan rutin stasiun di bilangan Jalan Udayana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masa jaya itu tidak bertahan lama. Di tahun 2003, pendapatan melalui iklan mulai merosot. Manajer Radio Dirgantara, Munir menilai merosotnya pendapatan dari iklan itu sebagai imbas jumlah stasiun radio di Jembrana yang bertambah banyak. Selain dari sisi jumlah pemasang berkurang, harga iklan juga turun drastis. Menurut Munir, iklan yang dulunya Rp. 10 ribu per spot atau sekali siar kini hanya menjadi Rp. 3500. Apalagi untuk iklan lokal, harga iklannya turun sangat drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dulu kami bisa memilih iklan mana yang pantas tayang, sampai beberapa pemasang iklan terpaksa kami tolak. Kini, kami harus berjuang keras untuk mendapatkan iklan agar biaya operasional bisa berjalan lancar,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan senada dilontarkan nyaris oleh semua pengelola stasiun radio di Kabupaten Jembrana. Sumber Harmoni di kalangan pemilik radio mengatakan, saat ini mereka sudah tidak bisa lagi berpikir soal keuntungan. “Jangankan keuntungan, bisa mencukupi biaya operasional dan gaji karyawan saja sudah syukur,” ujar salah seorang pengelola radio. Dengan kondisi itu, ia hanya tersenyum kecut saat ditanya apakah investasi stasiun itu sudah balik modal. “Jangan nanya itu, mas, terlalu jauh rasanya untuk balik modal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Gus Sade, pengelola GSM FM saat ditemui Harmoni tidak menampik jika pendapatan dari iklan menurun drastis. Ia mengungkapkan, saat ini terjadi pertarungan harga iklan yang luar biasa keras dari masing-masing pengelola radio. Bahkan pertarungan itu sudah mengarah kurang sehat karena harga iklan yang diterima tidak masuk akal. “Kayaknya yang penting dapat iklan, tidak peduli berapa pun harganya,” ujar pengelola radio FM pertama di Jembrana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sade menilai, persaingan iklan yang tidak sehat sebenarnya justru merugikan radio itu sendiri. Ia sendiri merasa beruntung karena memiliki langganan tetap dari pemasang iklan produk nasional. “Pemasang ini sudah langganan di kita sejak radio ini mulai siaran. Kami mungkin beruntung karena merupakan salah satu radio FM pertama di Jembrana,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain GSM FM yang masih bisa bertahan dengan pelanggan iklannya, stasiun-stasiun radio lainnya mesti berjibaku dengan berbagai cara agar tetap bertahan. Ayub, salah seorang pegawai Radio Dirgantara FM mengatakan, agar bertahan pihaknya tidak hanya mengandalkan pemasukan dari iklan. Acara-acara di luar siaran seperti jumpa fans, jalan santai hingga menggelar konser musik menjadi program andalan untuk meraih pemasukan. “Acara-cara itu ditambah dengan pemasukan iklan ternyata bisa membuat stasiun radio ini tetap eksis,” jelas Ayub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk program siaran hiburan, radio ini lebih banyak memfokuskan pada menu siaran dangdut. “Banyak yang tidak menyangka kalau Dirgantara akan hidup selama ini. Dan kami optimis bahwa ini akan berlanjut sampai ke tahun-tahun berikutnya dengan program-program yang kami bisa berikan. Saya yakin radio tak akan mati. Walaupun radio menjamur, tetap saja ada orang yang mau mendirikan radio,” tambah Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi dan kreativitas. Prinsip ini dipegang oleh pengelola Radio Swara Negara untuk menjaga eksistensinya di blantika penyiaran. Penanggungjawab Radio Swara Negara, Wisnu Swastika, mengungkapkan apa pun yang dilakukan oleh seluruh media harus berdasarkan dengan inovasi-inovasi yang cemerlang berlandaskan kreativitas. “Sebenarnya sama saja dengan media lain. Kalau mau eksis, ya, harus terus mempunyai program unggulan. Orang-orang di dalamnya juga harus kreatif dalam menjalankannya. Pendengar biar tidak jenuh,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pengelola Radio Dirgantara dan Swara Negara FM masih optimis bisnis siarannya akan bertahan, tidak demikian halnya dengan pengelola STAR FM, Gede Kantika. Saat ditemui Harmoni ia mengakui ada persaingan tidak sehat dalam menjaring iklan. “Masing-masing radio menurunkan harga iklan sampai titik terendah. Ini kan tidak sehat namanya,” ujarnya. Ditanya apakah ia akan melanjutkan bisnis radio ini, Kantika menjawab akan lihat dulu kondisi ke depannya. “Sekarang kami sekedar bertahan saja agar tetap bisa siaran saja,” keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;&lt;i&gt;poetry&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-6170046101183184820?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/6170046101183184820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/02/stasiun-radio-di-jembrana-hidup-segan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/6170046101183184820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/6170046101183184820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/02/stasiun-radio-di-jembrana-hidup-segan.html' title='Stasiun Radio di Jembrana (Hidup Segan Mati Tak Mau)'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S3uNyzKYVKI/AAAAAAAAAGw/GBe_k_1fbag/s72-c/DSC00526.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-3466907795874021874</id><published>2010-01-28T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:12:27.651-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITAKU'/><title type='text'>Biaya Kebutuhan Remaja Makin Gila</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S2FhUWuhB6I/AAAAAAAAAGo/EYhpBUo47Kw/s1600-h/A2.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 198px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431729627911489442" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S2FhUWuhB6I/AAAAAAAAAGo/EYhpBUo47Kw/s320/A2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; Mari kita periksa apa saja isi tas dan saku para remaja yang akan jalan-jalan keluar rumah. Pertama, kita akan menemukan handphone, kemudian dompet, dan barang-barang elektronik lain seperti i-pod, PSP, atau bahkan netbook. Sungguh, semua barang itu adalah barang yang hanya bisa jika mau mengorek kantong yang tak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas-fasilitas itu sepertinya sudah menjadi kebutuhan utama yang wajib dimiliki. Kebutuhan yang nampaknya sudah tidak bisa lepas dari kehidupan remaja. Kita amati saja, rata-rata para remaja sudah mengantongi Hp di saku mereka. Tidak jarang pula, Hp yang mereka miliki adalah jenis yang memiliki berbagai macam fitur seperti kamera, Mp3 player, dan koneksi internet. Tidaklah dapat dipungkiri, Hp dengan berbagai fitur didalamnya tersebut tidak murah. Untuk Hp semacam itu, paling tidak berharga di atas Rp. 750 ribu. Sementara, rata-rata remaja yang notabene masih seorang siswa telah memiliki Hp dengan harga hingga Rp. 1,5 juta. Jika orang tua mereka terbilang mampu dan berpenghasilan cukup, maka barang dengan kualitas tinggi itu tentu akan mudah mereka dapatkan. Lalu bagaimana dengan remaja yang berasal dari kalangan tidak mampu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara tidak langsung, kemajuan teknologi yang ada memacu pengeluaran remaja menjadi lebih besar. Untuk remaja usia sekolah, tentu saja pengeluaran ini akan beralih ke orang tua. Mulai dari kebutuhan primer siswa sampai kebutuhan tersier. Pada kenyataannya, kebutuhan tersier siswa lebih mendominasi dibanding kebutuhan primernya sebagai siswa. Kadang siswa malah lebih mementingkan pembelian pulsa dibandingkan dengan pembelian buku hingga ratusan ribu. Kebanyakan siswa menganggap komunikasi yang lancar itu lebih penting dibandingkan dengan membahas materi yang terdapat di buku pelajaran. Apalagi dengan fitur yang tersedia di dalam Hp, secara tak langsung telah mewajibkan mereka untuk mengisi pulsa jika ingin mengganti status di facebook atau twitter dalam koneksi internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan remaja yang membludak tentu menambah pengeluaran orang tua yang tidak sedikit. Harmoni menemukan, pengeluaran siswa yang berasal dari kalangan menengah mencapai lebih dari 300 ribu rupiah perbulan. Jika kondisi ini terus berlanjut dengan orang tua berpenghasilan sama, tidakkah menjadi beban tersendiri bagi orang tua yang mempunyai anak remaja? Kalau orang tua selalu memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan tinggi anaknya tentu tidak akan menimbulkan masalah apa-apa. Tapi bagaimana jika orang tua tidak mampu menuruti biaya-biaya yang timbul sementara anaknya sudah terbiasa bahkan kecanduan dengan gaya hidup berkelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alarm tanda bahaya perilaku sosial remaja harus dibunyikan saat mereka tidak mampu lagi mengontrol gaya hidupnya. Perilaku-perilaku yang melanggar norma seperti tindak asusila potensial dilakukan remaja jika dukungan keuangan dari orang tua sudah mulai macet. Banyaknya kasus perdagangan perempuan yang korbannya rata-rata dari kalangan remaja kemungkinan besar juga berasal dari imbas gaya hidup tersebut. Agar bisa bertahan dan dianggap berkelas, menjual diri memang merupakan jalan pintas yang sangat gampang ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi penunjang gaya hidup yang terus berkembang dan zaman yang semakin maju, jika tidak dikendalikan akan menjadi pendorong prilaku negatif remaja. Jaman sekarang bisa dipastikan jika seorang remaja tidak mengetahui berbagai hal yang up to date akan dicap sebagai anak yang kurang pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini orang tua mempunyai tugas yang amat berat untuk menjaga putra-putri mereka dari masalah teknologi. Selain itu, orang tua juga perlu lebih ekstra kerja keras untuk mewujudkan keinginan anak-anaknya yang makin hari makin membludak. Jika berhasil memberi pengertian kepada mereka terkait pengeluaran yang cukup mencengangkan ini, remaja tentu tidak akan menjadikan semua kebutuhan tersier tersebut menjadi kebutuhan primer.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;poetry&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-3466907795874021874?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/3466907795874021874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/01/biaya-kebutuhan-remaja-makin-gila.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/3466907795874021874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/3466907795874021874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2010/01/biaya-kebutuhan-remaja-makin-gila.html' title='Biaya Kebutuhan Remaja Makin Gila'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/S2FhUWuhB6I/AAAAAAAAAGo/EYhpBUo47Kw/s72-c/A2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-138289420607017863</id><published>2009-12-06T20:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T20:13:44.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITAKU'/><title type='text'>POLITIK DAN HUKUM BELUM MENYENTUH PARA SISWA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Sxx_2qDXOHI/AAAAAAAAAGY/8GzsGw_qy_I/s1600-h/demo+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Sxx_2qDXOHI/AAAAAAAAAGY/8GzsGw_qy_I/s320/demo+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412341429170550898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini, beberapa surat kabar masih sibuk membahas tentang hukum dan politik. Diantaranya masih kasus seputar KPK dan skandal Bank Century, serta tentang disharmoni lembaga-lembaga politik dan Badan Penegak Hukum. Membahas kasus Bibit-Chandra pun sampai saat ini juga belum menemui titik terang. Lalu, bagaimana semua itu dimata remaja terlebih siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja memang perlu melek politik. Remaja perlu belajar dan sekaligus memahami berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa dan negerinya. Akan tetapi, pendidikan politik yang perlu diaplikasikan ke dalam lembaga pendidikan bukanlah dalam bentuk propaganda politik praktis yang akan mengarah pada proses pembusukan intelektual, melainkan pendidikan politik yang sehat dan mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti dikatakan oleh salah seorang tokoh pendidikan Jembrana, I Gede Laut Mertajaya, M.Sc., bahwa sejauh ini para siswa di Indonesia memang belum mendapatkan pendidikan politik yang memadai. “Siswa belumlah mendapatkan pendidikan politik yang memadai. Kita bisa lihat bagaimana mereka bingung ketika bersinggungan dengan masalah politik. Padahal sesungguhnya politik itu memiliki makna yang sangat luas. Sikap politik tidaklah sebatas keterlibatan sesorang dalam politik praktis, seperti dalam pesta demokrasi ( Pemilu ). Bukankah ini sebuah contoh bahwa pemahaman politik di dalm masyarakat sangatlah rendah. Maka kita harus mengubah pandangan itu sedini mungkin, yang mulai dari kalangan siswa,” demikian Gede Laut dalam sebuah wawancara dengan media ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa perlu diajak untuk memahami persoalan-persoalan kebangsaan melalui proses pembelajaran yang dialogis dan interaktif. Pendidikan politik juga tidak perlu dijadikan sebagai materi pelajaran tersendiri. Berhasil menanamkan nilai-nilai kearifan politik ke dalam ranah pemikiran siswa sudah merupakan sukses tersendiri bagi sebuah lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penanaman nilai kearifan politik semacam itu diharapkan kelak siswa mampu menjadi pemain-pemain politik yang cerdas dan elegan sehingga tidak mudah melakukan tindakan-tindakan konyol yang bisa merugikan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks demikian, dibutuhkan penanaman nilai-nilai kearifan dan pengertian politik secara benar melalui dunia pendidikan. Dalam pandangan awam, hancurnya tatanan politik di negeri ini merupakan imbas dari minimnya dunia pendidikan politik kita dalam menyentuh nilai-nilai kearifan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menuntut ilmu di bangku pendidikan, para siswa didik (nyaris) tak pernah mendapatkan pendidikan politik secara benar. Siswa belajar politik secara langsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang sudah sarat dengan pembohongan serta ketidakjelasan politik. Imbasnya sudah bisa ditebak. Ketika terjun ke dalam ranah politik praktis, mereka menjadi mengabaikan nilai-nilai kejujuran, kearifan, dan kesantunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya dunia pendidikan kita mengakomodasi berbagai persoalan yang langsung bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai, dunia pendidikan berdiri di puncak kepura-puraan yang akan mengasingkan anak-anak masa depan negeri ini dari berbagai persoalan riil yang dihadapi bangsa dan negaranya. Dengan kata lain, nilai-nilai kearifan dan kesantunan politik perlu segera diaplikasikan ke dalam dunia pendidikan yang disajikan secara integratif ke dalam berbagai mata pelajaran yang relevan agar siswa memahami dan mampu memposisikan dirinya dikehidupan perpolitikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;poetry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-138289420607017863?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/138289420607017863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/12/politik-dan-hukum-belum-menyentuh-para.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/138289420607017863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/138289420607017863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/12/politik-dan-hukum-belum-menyentuh-para.html' title='POLITIK DAN HUKUM BELUM MENYENTUH PARA SISWA'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Sxx_2qDXOHI/AAAAAAAAAGY/8GzsGw_qy_I/s72-c/demo+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-8473769519593326791</id><published>2009-10-29T18:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T18:34:37.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITAKU'/><title type='text'>Pentingnya Kegiatan Ekstrakulikuler</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SupCia6I2wI/AAAAAAAAAGI/vC2Zbz-eySY/s1600-h/jani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SupCia6I2wI/AAAAAAAAAGI/vC2Zbz-eySY/s320/jani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398200262463118082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Remaja adalah individu yang berada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dan ditandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis dan sosial. Remaja merupakan sifat transisi karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa inilah, rawan muncul permasalahan-permasalahan yang dialami remaja dalam menjalani kehidupannya sebagai betuk pencarian jati diri. Tapi, bila dalam masa pencarian diri tersebut remaja tidak menemukan rem sebagai pengontrol aktivitasnya, maka pencarian jati diri tersebut akan berubah menjadi penyimpangan yang biasa kita sebut dengan kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang tua dan guru di sekolah memegang peranan yang penting dalam mengatasi berbagai macam problematika yang ada dalam individu yang sedang bertransisi itu. Dalam lingkup keluarga, orang tua harus menjadi pendamping peran utama (remaja) dalam menjalani kehidupan yang sedang dijalaninya. Namun, jika seorang remaja berada di dalam sekolah, maka guru akan menjadi peran pengganti orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tempat menimba ilmu, sekolah juga dapat menjadi tempat remaja untuk melakukan hal-hal “nakal”. Apalagi jika mereka bertemu dengan teman-teman yang berfikiran nakal pula. Separuh kegiatan remaja, dilakukan di sekolah. Mulai dari belajar hingga bermain. Kegiatan-kegiatan pengembangan diri remaja juga bermula dari sekolah. Karena itu, sekolah untuk usia remaja (SMP dan SMA) memiliki program pengembangan diri rutin yang biasa disebut dengan ekstrakulikuler. Tujuan dari ekstrakulikuler adalah untuk menempatkan minat dan bakat siswa diluar mata pelajaran yang nantinya bisa ditekuni. Kegiatan ekstra diberikan ringan dan  menyenagkan diluar hal-hal rumit yang diberikan di kelas dalam kegiatan belajar mengajar. Ini membuat remaja itu memiliki keterampilan dan sikap serta mampu berorganisasi. Dalam kegiatan ekstrakulikuler, remaja dapat menumpahkan seluruh kenakalannya dalam bentuk karya maupun prestasi. Jadi kenakalan remaja tak hanya menjadi hal uang mengerikan bagi orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenakalan remaja kini sudah dapat diarahkan menjadi kenakalan yang positif, melalui kegiatan ekstrakulikuler. Dalam menentukan ekstra apa yang akan mereka ambil saja, itu sudah membuat remaja berfikir apa yang akan mereka kerjakan pada ekstra tersebut. Remaja dapat berkaraya di dalamnya tanpa menghilangkan unsur kenakalan yang dimilikinya. Remaja bebas berekspresi dalam kegiatan bebas rumus tersebut. Karena remaja memiliki sifat ingin tahu dan gengsi yang tinggi, mereka cenderung ingin menjadi lebih hebat dari sebayanya. Sebaiknya hal tersebut diketahui guru pembimbing agar bakat mereka dapat tersalurkan melalui turnamen atau lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebasan siswa dalam kegiatan ekstra bukanlah berarti menyerahkan sepenuhnya pada siswa. Jika hal tersebut terjadi, bisa menyebabkan ketidakberesan pikiran remaja yang menyebabkan penyimpangan. Maka guru mempunyai peran yang penting untuk menghalangi penyimpangan yang menjadikan remaja terlibat dalam kenakalan negatif yang tak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, remaja juga mempunyai hal positif dalam pengembangan dirinya. Kini tinggal bagaimana orang tua, guru dan sekolah mengarahkan anak-anak tanggung tersebut menjadi individu yang berhasil dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;poetry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-8473769519593326791?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/8473769519593326791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/pentingnya-kegiatan-ekstrakulikuler.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/8473769519593326791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/8473769519593326791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/pentingnya-kegiatan-ekstrakulikuler.html' title='Pentingnya Kegiatan Ekstrakulikuler'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SupCia6I2wI/AAAAAAAAAGI/vC2Zbz-eySY/s72-c/jani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-272779605846686735</id><published>2009-10-09T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T19:58:51.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>DIDUGA ‘BOCOR’ ANJING BANYAK SEMBUNYI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Ss_4V7bcUEI/AAAAAAAAAGA/dnHTFbmTwaw/s1600-h/sembunyi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 278px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Ss_4V7bcUEI/AAAAAAAAAGA/dnHTFbmTwaw/s320/sembunyi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390800334599508034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita tentang indera penciuman anjing yang katanya melebihi mahkluk lainnya terbukti. Setidaknya hal tersebut tergambar saat Tim Penanggulangan Penyakit Rabies Kabupaten Jembrana bersama Tim Provinsi Bali melanjutkan operasi eliminasi (pemusnahan anjing yang tak memakai tanda pengenal) di wilayah Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo, Jumat (2/10) kemarin. Mungkin lantaran anjing-anjing di Yehembang sudah mencium ‘bau’ tewasnya anjing-anjing di Pekutatan, kawanan anjing yang biasanya rame berkeliaran di jalan-jalan dan pasar, terlihat sepi saat Tim sudah tiba di lokasi sasaran, terlebih cuaca buruk dan hujan gerimis yang terjadi di seputaran Desa Yehembang dan sekitarnya menjadi salah satu penyebab anjing-anjing tersebut enggan keluar. Nampaknya mereka memilih sembunyi dan mencari tempat yang lebih hangat, sehingga tidak terpantau petugas yang siap me-nulup (nyumpit:red) dengan senjata tulup dan peluru beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski anjing terlihat jarang dan tidak sebanyak di Pekutatan, pe-nulup jitu yang khusus didatangkan dari Provinsi Bali tersebut, tidak menyerah. Keenam orang pe-nulup tersebut, kemudian mengubah strategi dengan membagi diri. Ada yang bergerak menuju pasar, ada pula yang bergerak menyusuri jalan dan gang-gang yang ada di desa Yehembang. Bahkan perburuan anjing-anjing liar yang rawan rabies tersebut sampai ke pinggiran pantai Rambutsiwi - Yehembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil perburuan Tim Penulup tersebut tidak sia-sia, belasan anjing yang sembunyi di gubuk dan dibawah bale-bale maupun di rumah-rumah penduduk, atas seijin dan bantuan warga setempat, berhasil ditulup hingga tewas. Informasi aparat desa, banjar dan warga Desa Yehembang terhadap lokasi-lokasi persembunyian maupun tempat-tempat begerombolnya anjing-anjing liar sangat membantu petugas dalam melakukan eksekusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam eksekusi tersebut, banyak anjing gagal di-tulup, lantaran cepat kabur dan tembakannya meleset. Namun penulup – penulup tersebut tidak menyerah dan mengejar anjing-anjing tersebut hingga ke tempat persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, menurut salah seorang Staf Dinas PKL Kabupaten Jembrana IGN Okabudhi, anjing-anjing yang sudah di vaksinasi hingga dua tahap akan diberikan tanda khusus berupa Peneng. “ Anjing-anjing yang sudah berisi peneng berarti aman dari rabies “ ujar Okabudhi. Ia menambahkan, gerakan eliminasi terhadap anjing-anjing liar akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pemkab jembrana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-272779605846686735?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/272779605846686735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/diduga-bocor-anjing-banyak-sembunyi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/272779605846686735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/272779605846686735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/diduga-bocor-anjing-banyak-sembunyi.html' title='DIDUGA ‘BOCOR’ ANJING BANYAK SEMBUNYI'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Ss_4V7bcUEI/AAAAAAAAAGA/dnHTFbmTwaw/s72-c/sembunyi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-1484849363943680504</id><published>2009-10-07T18:19:00.001-07:00</published><updated>2009-10-07T18:30:58.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>ANJING LIAR DIMUSNAHKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Ss1AljFQ_HI/AAAAAAAAAF4/EW8vIKJX-GQ/s1600-h/anjing.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Ss1AljFQ_HI/AAAAAAAAAF4/EW8vIKJX-GQ/s320/anjing.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390035342849014898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rupanya, wabah rabies yang hingga saat ini mewabah di Tabanan membuat Jembrana cemas. Tindakan tegas dengan melakukan eliminasi (pemusnahan,red) terhadap anjing-anjing liar tak bertuan akhirnya ditempuh. Ratusan anjing liar yang berkeliaran di gang-gang sempit dan pusat-pusat keramaian berhasil dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kecamatan Pekutatan mendapatkan giliran pertama kegiatan eliminasi anjing-anjing liar lantaran merupakan daerah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Tabanan yang hingga kini masih terjangkit wabah rabies. Di kecamatan ujung timur Jembrana ini, pemusnahan anjing-anjing liar diawali dengan menyasar sejumlah anjing liar yang sering berkeliaran di sekitar Kantor Camat Pekutatan. Dengan mengerahkan enam tukang tulup, belasan anjing liar berhasil dilumpuhkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pasalnya, ketika seekor anjing terkena “peluru” sumpit dalam tersebut, dalam hitungan menit anjing tersebut sudah kehilangan nyawanya lantaran racun Strichnine yang disuntikkan oleh “peluru” sumpit tersebut ke dalam tubuh anjing. “Racun ini langsung menyerang jantung, sehingga dalam hitungan menit anjing itu tewas,” ujar salah seorang petugas. Menurutnya, ketika terkena tembakan, anjing tersebut memang masih bisa lari namun semakin aktif anjing tersebut, semakin cepat ajal menjemputnya. “Saat kena memang masih bisa lari, lalu dia akan menderita tremor habis itu akan langsung tumbang,” tandasnya. Setelah berhasil memusnahkan belasan anjing di sekitar Kantor Camat Pekutatan, tim bergerak menuju Pasar Pekutatan. Saat tim tiba, pasar terbesar di Kecamatan Pekutatan sontak berubah. Seluruh penghuni pasar menyambut gembira eliminasi anjing liar tersebut dengan menunjukkan anjing-anjing liar yang biasanya nongkrong di pasar tersebut. Puluhan anjing liar berhasil dimusnahkan yang bangkainya diangkut oleh mobil pengangkut sampah untuk ditanam di Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Banjar Peh, Kaliakah, Negara. Tidak itu saja, penduduk di seputar pasarpun ikut membantu dengan menunjukkan lokasi berkeliarannya anjing-anjing liar. Pada sebuah gang sempit di Banjar Pasar, Pekutatan, tim kembali berhasil memusnahkan belasan anjing-anjing liar tak bertuan. Setelah memusnahkan anjing-anjing liar di Pasar Pekutatan, tim bergerak menuju Desa Pengeragoan. Desa paling timur Jembrana ini dianggap rawan rabies lantaran berbatasan langsung dengan Kabupaten Tabanan. Di lapangan Desa Pengeragoan yang berbatasan langsung dengan pantai, tim kembali memburu anjing-anjing liar tanpa pemilik. Perburuan yang hingga menyusuri pantai ini menghasilkan belasan ekor anjing tak bertuan. Kendati telah berhasil memusnahkan puluhan ekor anjing liar, ternyata tidak membuat tim puas. Perburuan kembali dilanjutkan dengan menyusuri Banjar Dauh Tukad, Pengeragoan. Di tempat tersebut, sejumlah penduduk sudah menunggu dan meminta agar anjing-anjing liar di wilayahnya itu dimusnahkan. Permintaan warga itu, langsung ditanggapi tim dengan menurunkan enam tukang sumpit. Hasilnya, belasan ekor anjing liar berhasil dimusnahkan. Di banjar ini, selain melakukan eliminasi, tim juga melakukan vaksinasi massal terhadap puluhan anjing milik warga di banjar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (PKL), I GN Sandjaja di sela-sela acara eliminasi anjing liar ini mengatakan Pemkab Jembrana berupaya untuk mengantisipasi sedini mungkin wabah penyakit rabies yang telah terjadi di Tabanan, Denpasar dan Badung. “Salah satunya dengan melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar tanpa pemilik di seluruh Jembrana,” katanya. Sandjaja menambahkan pihaknya akan mengirimkan sampel anjing ke Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar untuk memastikan apakah Jembrana bebas rabies atau tidak. “Nanti kita ambil sampel kepala anjing dari Pengeragoan dan Gilimanuk untuk diambil otaknya,” tandasnya. Terkait dengan kasus gigitan anjing, Sandjaja mengakui ada sejumlah kasus gigitan anjing namun tidak menunjukkan tanda-tanda rabies. “Setelah kami observasi ternyata kasus gigitan anjing itu tidak menunjukkan gejala-gejala rabies,” katanya.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;pemkab jembrana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-1484849363943680504?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/1484849363943680504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/anjing-liar-dimusnahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/1484849363943680504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/1484849363943680504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/anjing-liar-dimusnahkan.html' title='ANJING LIAR DIMUSNAHKAN'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Ss1AljFQ_HI/AAAAAAAAAF4/EW8vIKJX-GQ/s72-c/anjing.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-6305007096165588525</id><published>2009-10-04T21:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T21:18:05.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>GERBANG BARAT SIAGA RABIES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SslzWKsd0AI/AAAAAAAAAFw/Fw0cjZrwxas/s1600-h/DSC00701.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SslzWKsd0AI/AAAAAAAAAFw/Fw0cjZrwxas/s320/DSC00701.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388965253790683138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati dinyatakan bebas rabies, merebaknya wabah penyakit rabies di Tabanan, membuat Jembrana khawatir. Sebagai tetangga terdekat Tabanan, Jembrana rupanya tidak mau ambil resiko dengan penyakit mematikan tersebut. Berbagai upaya antisipasi telah dilakukan, mulai dari pembentukan Tim Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Rabies (Tikor) maupun melakukan vaksinasi massal terhadap sejumlah anjing-anjing milik warga secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Senin (28/9), puluhan ekor anjing di Lingkungan Kebon, Baler Bale Agung, Negara mendapat vaksinasi rabies gratis. Kasi Kesehatan Hewan Dinas Perkutut, I Nyoman Sueastika mengatakan vaksinasi ini bertujuan meningkatkan kekebalan tubuh hewan penular rabies (HPR). “Dalam setahun, akan kita lakukan vaksinasi sebanyak dua tahap,” katanya. Pasalnya, pada vaksinasi pertama belum membuat HPR kebal terhadap penyakit mematikan yang ditemukan pada 23 tahun silam ini. “Tiga bulan kemudian kita suntik lagi. Setelah itu, HPR tersebut baru dinyatakan kebal rabies selama setahun ke depan,” terangnya. Menurut Sueastika, propinsi Bali telah dinyatakan termasuk dari 23 propinsi di Indonesia yang divonis sebagai daerah endemis rabies. “Sejak tahun lalu, Bali dinyatakan daerah endemis rabies,” terangnya. Saat dikonfirmasi di penghujung acara, Kabid Peternakan Dinas Perkutut Jembrana, I Nyoman Swastika mengungkapkan penyakit rabies sangat mematikan yang disebabkan oleh gigitan HPR yang telah terjangkit rabies maupun ada luka yang terkenai liur dari HPR tersebut. “Kalau warga tergigit HPR, pertolongan pertamanya adalah dengan mencuci luka tersebut dengan sabun pada air yang mengalir. Setelah itu langsung bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” katanya. Menurut Swastika, selain telah membentuk Tikor, pihaknya telah melakukan serangkaian sosialisasi tentang bahaya penyakit rabies, pendataan jumlah populasi anjing di setiap desa serta melakukan eliminasi terhadap HPR yang dicurigai mengidap rabies. “Kalau ada HPR yang kita curigai mengidap rabies, kita langsung lakukanh eliminasi dengan menyuntikkan cairan Strichnine,” ungkapnya. Suastika juga menghimbau agar warga yang tergigit HPR untuk segera melaporkan ke petugas dari Dinas Perkutut dan segera mengkandangkan HPR yang dicurigai mengidap rabies. “HPR yang menggigit jangan dibunuh dulu tapi dikandangkan untuk kepentingan observasi,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Nyoman Suadia (60), salah seorang warga Baler Bale Agung, ketika ditemui saat berlangsungnya vaksinasi gratis tersebut mengaku sangat berkepentingan dengan adanya kegiatan vaksinasi gratis ini. “Sebagai seorang penghobi anjing, tentunya saya sangat ingin binatang peliharaan saya terbebas dari penyakit rabies,” ujar kakek pemilik dua ekor Labrador dan seekor Herder ini. Suadia juga mengaku siap anjing kesayangannya itu dimusnahkan jika nantinya memang benar-benar terjangkit virus rabies. “Saya siap memusnahkan anjing saya kalau memang anjing-anjing saya bener terkena virus rabies,” ujar Suadia. Sementara itu, Gusti Ayu Suarni, salah seorang warga lainnya mengaku khawatir kalau wabah rabies di Tabanan akan menjalar hingga ke Jembrana sehingga dirinya segera membawa anjing pudel kesayangannya untuk divaksin rabies. “Biar tidak keburu terjangkit penyakit makanya saya segera menyuntik anjing saya. Mumpung gratis,” ujarnya sambil terseny&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;um.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemkab jembrana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-6305007096165588525?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/6305007096165588525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/gerbang-barat-siaga-rabies.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/6305007096165588525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/6305007096165588525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/gerbang-barat-siaga-rabies.html' title='GERBANG BARAT SIAGA RABIES'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SslzWKsd0AI/AAAAAAAAAFw/Fw0cjZrwxas/s72-c/DSC00701.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-946126186382258212</id><published>2009-10-01T22:24:00.001-07:00</published><updated>2009-10-01T22:33:51.893-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>Penyuluhan Edukatif Rubriksasi di SMP Negeri 1 Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SsWQaK2wVYI/AAAAAAAAAFo/DPYvGmCjliw/s1600-h/Copy+of+SUC50176.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SsWQaK2wVYI/AAAAAAAAAFo/DPYvGmCjliw/s320/Copy+of+SUC50176.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387871308483679618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterampilan jurnalistik bagi sekolah saat ini menjadi hal penting yang perlu ditumbuhkembangkan di kalangan siswa. Berangkat dari pemikiran bahwa di setiap sekolah pasti memiliki media yang secara harfiah merupakan penyalur atau perantara dari suatu sumber ke penerima, Universitas Pendidikan Ganesha merasa perlu berbagi ilmu dengan siswa untuk menumbuhkembangkan wawasan dan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, panitia penyuluhan jurnalistik yang terdiri dari UKM Pers Mahasiswa Undiksha Singaraja yang tergabung dalam redaksi Majalah VISI memberikan materi untuk mengembangkan kreativitas siswa, antara lain mengenai pengelolaan media sekolah, menulis berita, teknik wawancara, hingga rubrikasi. Karena media sekolah berfungsi sebagai alat kontrol (mengotrol setiap kebijakan yang diberlakukan sekolah), penyalur aspirasi (ide, masukan, kritik dan saran lingkungan sekolah), sarana informasi (penyebaran informasi), serta penyalur minat dan bakat siswa, tentu penyuguhan berita yang baik sangat penting serta berpengaruh terhadap arah dan tujuan pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua UKM, Era Adnyayanti, kunjungan penyuluhan UKM Pers Undiksha ini merupakan ajang berbagi ilmu dengan pelajar sekolah menengah untuk lebih memahami dunia jurnalistik. “Selain berbagi ilmu dan sharing, sebenarnya kami juga ingin mau praktek ngomong di depan umum. Karena jika lulus, salah satu dari kami pasti ada yang jadi guru,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyuluhan yang mengambil tempat di aula SMP Negeri 1 Negara, Jumat pekan lalu, tersebut diisi dengan penjelasan materi hingga praktek menulis berita. Beberapa materi yang dijelaskan antara lain mengenai cara menulis berita yang terstruktur maupun non stuktur dan teknik mewawancarai narasumber, baik yang panjang hingga singkat. Meski sedikit membingungkan, seluruh siswa dari sekolah yang baru saja mengikuti lomba Wawasan Wiyata Mandala tingkat provinsi tersebut tetap mengikuti penjelasan materi yang disuguhkan, serta tak sungkan menanyakan yang tidak begitu mereka ketahui. Ada yang menanyakan apa yang dimaksud dengan buletin sekolah hingga bagaimana cara membuat salam redaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beberapa materi yang disajikan mahasiswa Undhiksa, mereka juga mengadakan praktek menulis berita. Praktek menulis berita diaplikasikan melalui pembuatan majalah dinding yang diikuti 30 peserta dan membagi diri menjadi 5 kelompok. Mereka akan memberitakan hal-hal yang ada di lingkungan sekolah dan menjadikannya sebagai majalah dinding. Tidak hanya itu, penyelenggara juga menetapkan juara bagi mading terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias, mulai dari mencari berita hingga menempelkan berita-berita tersebut ke karton sebagai papan mading. Tak tampak diantara mereka yang kehabisan ide untuk mencari berita. Beberapa dari mereka mengejar-ngejar kepala sekolah untuk dimintai keterangan soal Lomba WWM yang baru saja mereka ikuti sesuai instruksi yang sudah disampaikan para penyaji. Tidak hanya itu, itu memperdalam berita, ada pula yang mencari referensi di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik permasalahan yang diangkat beragam. Salah satu kelompok mengangkat tentang facebook yang saat ini hangat di perbincangkan masyarakat. Mereka beranggapan, jika mereka mengangkat topik tentang dunia maya itu, pasti tak hanya siswa yang mengikuti penyuluhan saja yang tertarik. Bahkan mereka berkeyakinan, para penyaji akan mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang akan mereka  presentasikan. “Nanti ‘kan ada presentasinya. Pasti orang-orang pada heran kalo menjelaskan tentang ini,” kata Ayu, salah seorang peserta. Rupanya, sebagian besar dari mereka sudah mengenal facebook dan fasih menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara rutin tahunan UKM VISI Ganesha ini telah bersafari dari barat Provinsi Bali hingga ke timur. Tahun ini, mereka telah mendatangi Kabupaten Tabanan sebelum akhirnya bertandang ke Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan mengingat perlunya bimbingan khusus bagi remaja usia sekolah untuk memperdalam ilmunya di bidang jurnalistik. Mereka berharap, para siswa yang mengikuti penyuluhan ini dapat menularkan ilmu yang didapatnya kepada seluruh siswa agar remaja mengetahui bagaimana baiknya jika kelak mereka akan menjadi seorang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;poetry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-946126186382258212?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/946126186382258212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/penyuluhan-edukatif-rubriksasi-di-smp.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/946126186382258212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/946126186382258212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/10/penyuluhan-edukatif-rubriksasi-di-smp.html' title='Penyuluhan Edukatif Rubriksasi di SMP Negeri 1 Negara'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SsWQaK2wVYI/AAAAAAAAAFo/DPYvGmCjliw/s72-c/Copy+of+SUC50176.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-2207307804017904038</id><published>2009-09-27T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T21:32:56.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>Menbudpar Jro Wacik Buka Parade Budaya Nusantara-Jembrana 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SsA8WMTFNnI/AAAAAAAAAFg/0WLUfMQD5LU/s1600-h/jro+wacik2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 255px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SsA8WMTFNnI/AAAAAAAAAFg/0WLUfMQD5LU/s320/jro+wacik2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386371506291160690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, kembali hadir di Kabupaten Jembrana  untuk membuka Pawai Budaya Nusantara sebagai puncak perayaan HUT ke-114 Kota Negara, pada 1 September laly. Pawai yang mengusung tema “Bhinneka Sandi Adnyana” (Keragaman Menuju Satu Tujuan) tersebut, berlangsung meriah dan disaksikan oleh ribuan penonton dari dalam dan luar negeri hingga meluber sampai memenuhi sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan poros jalan utama di Kabupaten Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Jembrana, Prof. Dr. I Gede Winasa dalam sekapur sirihnya menyampaikan, Kota Negara memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang dengan romantika kehidupan masyarakatnya yang semakin berkembang secara dinamis. “Dalam usianya yang lebih dari satu abad, Kota Negara masih dapat menunjukkan eksistensinya baik sebagai pusat pemerintahan maupun sebagai pusat perkembangan ekonomi, politik dam sosial budaya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi itu, kata Winasa tidak terlepas dari berbagai upaya, program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan dengan dukungan partisipasi segenap masyarakat Jembrana. “Sebagai wujud rasa syukur dan bahagia, dalam memperingati hari ulang tahun Kota Negara, kami melaksanakan berbagai kegiatan seni dan budaya guna menumbuhkan suasana kebatinan yang semakin mendalam,” katanya. Sebagaimana biasa, tambah Winasa, salah satu bentuk kegiatan seni budaya yang selalu ditampilkan dalam peringatan HUT Kota Negara yaitu Parade Budaya Nusantara sebagai event tetap tahunan. “Parade Budaya Nusantara ini diikuti oleh berbagai tim kesenian daerah, baik dari daerah Jembrana maupun kabupaten/kota lainnya di Indonesia bahkan tim kesenian dari luar negeri,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara itu, Menbudpar Jero Wacik mengajak seluruh masyarakat menjaga seni budaya yang dimiliki, utamanya tarian dengan jalan rajin menarikannya. “Jangan baru tari-tarian kita dipakai tetangga kita, baru kita protes,” demikian Jro Wacik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menbudpar, Tari Pendet yang sudah ada sejak lama jarang ditarikan lagi sehingga sering lupa. “Lima tahun saya menjadi menteri dan teramat sering datang ke Bali, sudah jarang saya melihat tari pendet. Karena sudah terlalu lama tidak ditampilkan mungkin kita lupa,” katanya. Namun, imbuh Menbudpar, masalah tari pendet dengan Malaysia sudah selesai setelah pemerintah Malaysia dengan tegas mengatakan tidak mengklaim tari pendet tersebut. “Pemerintah Malaysia dengan tegas mengatakan kalau tari pendet merupakan milik Bali,” katanya. Namun, imbuh Menbudpar, kalao ada orang lain yang menarikan taria-tarian Indonesia, itu merupakan salah satu bentuk apresiasi mereka. Di sisi lain, Menbudpar juga mengungkapkan kalau kesenian wayang sudah diakui oleh dunia melalui UNESCO. “Saat ini wayang kita sudah diakui oleh UNESCO. Sekarang apakah kita sudah rajin nonton wayang? Menterinya rajin memperjuangkan, tapi tidak ada yang nonton,” ucapnya menyindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut, Menbudpar juga menyampaikan pesan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan jika suatu saat kabupaten/kota mempunyai agenda kebudayaan seperti Parade Budaya Nusantara jangan ragu-ragu mengundang presiden. “Saat saya berpamitan dengan Bapak Presiden beliau menitipkan pesan, jika ada agenda kebudayaan seperti ini jangan ragu-ragu mengundang beliau. Kalau ada waktu Bapak Presiden pasti datang. Makanya rajin-rajinlah mengundang beliau karena beliau cinta pada Bali,” katanya. Selain itu, Presiden SBY juga menitipkan pesan terkait Pemilu yang lalu. “Sekarang pemilu sudah berakhir. Kalau dulunya ada yang bersaing karena beda warna, sekarang harus diakhiri. Mari kita teruskan membangun negeri ini bersama-sama,” demikian pesan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan Pawai Budaya Nusantara ditandai dengan pemukulan kendang raksasa oleh Menbudpar, Jero Wacik, yang didampingi oleh Bupati Winasa dan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Sedawa. Iringan pawai diawali dengan berbagai kesenian khas dan hanya ada di Kabupaten Jembrana. Setelah barisan itu berlalu disusul dengan penampilan kesenian-kesenian dari 23 kabupaten dan kota yang hadir dalam pawai kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para delegasi kesenian tersebut menampilkan berbagai macam kesenian khas dari masing-masing daerahnya yang diawali dengan tampilnya seratus Penari Gandrung persembahan Kabupaten Banyuwangi. Lalu disusul oleh Kota Probolinggo dengan menampilkan kolaborasi antara Barongsai dengan kesenian Jaran Bodhag. Sementara Kabupaten Probolinggo yang menyusul berikutnya menampilkan kesenian Ngiring Kucing. Yang unik, kendati tim kesenian Jepang absen dalam PBN kali ini namun tariannya berupa Tarian Yozakoi tetap hadir menyemarakkan pentas tahunan ini. Tarian yang menggambarkan semangat masyarakat Jepang dalam menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1954 ini ditampilkan dengan apik oleh siswa-siswa SMPN 4 Mendoyo. Kabupaten Tabanan, Bali, hadir dengan kesenian Okokan, Kabupaten Buleleng mengirimkan Marching Band Ki Barak Panji Sakti, sedangkan Kota Denpasar mengutus kesenian Sri Jagatnatha Rata Yatra.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-2207307804017904038?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/2207307804017904038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/menbudpar-jro-wacik-buka-parade-budaya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/2207307804017904038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/2207307804017904038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/menbudpar-jro-wacik-buka-parade-budaya.html' title='Menbudpar Jro Wacik Buka Parade Budaya Nusantara-Jembrana 2009'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SsA8WMTFNnI/AAAAAAAAAFg/0WLUfMQD5LU/s72-c/jro+wacik2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-2181988523604751101</id><published>2009-09-25T23:14:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T23:18:45.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>IDEOLOGI PERJUANGAN BERUBAH MENJADI IDEOLOGI INDUSTRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Sr2xwCpbfWI/AAAAAAAAAFI/WFkv9pbIbVs/s1600-h/Seminar+Koran.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 314px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Sr2xwCpbfWI/AAAAAAAAAFI/WFkv9pbIbVs/s320/Seminar+Koran.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385656168307457378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;I Putu Gede – sebut saja demikian,  pada suatu hari mencegat salah seorang wartawan Independen News di jalan. Warga masyarakat Desa Tukadaya ini, dengan mimik teramat serius meminta media ini untuk memuat berita seputar kekisruhan proses pembuatan KTP yang terjadi di desanya. “Tolong ya pak, berita ini harus dimuat! Soalnya kami warga masyarakat sudah lama menahan kesabaran untuk tidak melakukan demo kepada kepala dusun,” demikian I Putu Gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sebelumnya sekelompok warga masyarakat juga pernah mendatangi kantor redaksi Independen News dengan permintaan yang hampir sama. Sekelompok warga tersebut meminta media ini memberitakan indikasi “perbuatan korupsi” yang dilakukan kepala desanya. Mereka mengaku yakin Bupati pasti akan menindak kepala desa bersangkutan jika beritanya dimuat di koran. “Kalau tidak ditulis di koran kasusnya pasti tidak ditindaklanjuti. Kan biasanya begitu pak,” demikian warga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang lain, juga pernah terjadi koran-koran lokal di Bali serentak menurunkan berita perbuatan pungli di sebuah SMA Negeri di Negara. Berita tersebut bersumber dari satu atau dua orang tua siswa yang tidak setuju dengan adanya pungutan sumbangan yang ditarik oleh Komite Sekolah untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler. Padahal di dalam rapat wali murid sebelumnya, mayoritas orangtua murid menyatakan sanggup dan sukarela dipungut sumbangan.  Tetapi seusai rapat, rupanya ada beberapa orang tua murid yang kurang setuju dan merasa keberatan dengan pungutan tersebut, menghubungi wartawan dan memberikan keterangan dengan “cukup dramatis” atas rapat wali murid sebelumnya. Kebetulan ketika wartawan yang menulis berita tersebut melakukan konfirmasi kepada pihak komite sekolah, Ketua Komite Sekolah tidak bisa dihubungi. Maka turunlah berita yang bagi pihak tertentu dianggap sangat menyudutkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fenomena di atas hanyalah beberapa fakta yang ada di tengah pemahaman dan perlakuan masyarakat atas keberadaan surat kabar. Bahwa suka atau tidak, sampai saat ini sebagian besar warga masyarakat masih menganggap surat kabar hanya sebagai tempat penampungan keluh kesah dan tempat “pemuatan berita buruk”. Sebagaimana yang harus pula diakui secara jujur, bahwa isi koran-koran atau media massa terutama di jaman reformasi ini pun memang lebih banyak “berita buruknya” daripada “berita baiknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran Ideologi&lt;br /&gt;Hal ini pun terungkap dalam “Seminar Peran Surat Kabar Menuju Masyarakat Informasi”, yang diselenggarakan baru-baru ini oleh BPPKI Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Jembrana. Salah seorang pembicara, Hendri Subiabto, bahkan mengatakan koran atau media massa saat ini justru lebih mengedepankan krisis atau konflik dalam pemberitaan-pemberitaan besarnya. “Karena memang hanya berita yang seperti itu yang laku dijual. Masyarakat lebih suka disuguhi berita buruk daripada berita yang lebih membawa optimisme. Ini fakta,” demikian Hendri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendri yang juga merupakan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi ini, mengatakan peran surat kabar sebagai media perjuangan saat ini sudah bergeser secara ideologi. “Jika pada jaman penjajahan dulu surat kabar berfungsi untuk mengobarkan semangat nasionalisme, sekarang telah berubah ideologi sebagai salah satu komoditas industri. Maka tidak heran isi surat kabar sekarang jarang yang mempertimbangkan efek psikologis publik pembacanya. Sekali lagi yang penting laku,” tandas Hendri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pembicara lainnya Putu Wirata Dwikora mengatakan, kendati sangat kecil, peran surat kabar sebagai alat perjuangan sipil saat ini terkadang masih efektif. Ketua Bali Corruption Watch ini mencontohkan ada beberapa kebijakan pemerintah yang bisa dipengaruhi oleh surat kabar. “Kawan-kawan LSM cukup sering berhasil memperjuangkan aspirasi sipil melalui media massa atau koran. Cuma, memang harus diakui sebagian besar surat kabar yang ada saat ini lebih membela kepentingan industri daripada perjuangan sipil,” demikian Putu Wirata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyinggung masalah kecilnya honor para pekerja jurnalistik di Indonesia, kedua pembicara mengakui kebenaran hal tersebut. Menurut Putu Wirata hal itu  juga merupakan salah satu sistem yang ada pada industri. Bahwa, para pemilik surat kabar bukannya berfikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan wartawan dan karyawannya, tetapi bagaimana memperbesar dan menambah aset dan cabang perusahaan. “Dan hal ini pun turut menjadi penyebab bergesernya ideologi para pekerja jurnalistik. Di lapangan para wartawan sering tak berdaya menghadapi godaan ‘amplop’. Akhirnya ada pihak-pihak yang bisa membeli berita sesuai dengan kepentingannya sendiri, bukan untuk kepentingan publik yang lebih luas. Untuk menghadapi hal ini, bukannya kita harus menutup pabrik amplop, tetapi perusahaan atau pemilik surat kabar harus memperbaiki kesejahteraan wartawannya. Dengan kesejahteraan yang cukup, maka wartawan akan mampu mempertahankan idealismenya,” ujarnya sambil berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tendensius&lt;br /&gt;Salah seorang peserta seminar yang juga seorang wartawan sebuah media lokal Bali, dalam kesempatan tanya-jawab mengungkapkan, bahwa sejatinya bagi setiap wartawan (terutama di daerah-red), sudah selalu berusaha menulis berita dengan memenuhi aspek keseimbangan (balancing). Demikian pula dengan jenis berita yang ditulis, tidak melulu “berita buruk” tetapi juga selalu menyertakan “berita baik” untuk dikirim ke meja redaksi. “Sebagai ujung tombak sebuah surat kabar di lapangan, kami sudah menyadari betul posisi, peran dan tugas kami bagi pembangunan masyarakat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara seorang peserta yang lain, Wayan Suparsa, mengatakan pemberitaan-pemberitaan di surat kabar saat ini sebagian besar cenderung sangat tendensius di dalam memberitakan suatu peristiwa. “Apalagi jika memberitakan soal-soal di pemerintahan, masyarakat disuguhi seolah-olah tidak ada kegiatan pemerintah yang baik,” demikian Suparsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beranjak dari tema yang diangkat dalam seminar tersebut, dapat diterka penyelenggara bertujuan untuk lebih meningkatkan apresiasi masyarakat atas keberadaan media massa khususnya surat kabar. Terlebih-lebih di jaman globalisasi ini, dimana masalah kebebasan pers selalu menjadi wacana terdepan dalam setiap obrolan mengenai dunia jurnalistik. Tentu menjadi sangat penting adanya kesepahaman antara masyarakat luas (awam) dengan masyarakat pers (dari jajaran redaksi hingga wartawan di lapangan), agar wacana kebebasan pers tidak termaknai secara sepihak. Sayangnya, dalam seminar tersebut peyelenggara justru tidak mengundang perwakilan dari masyarakat awam yang menjadi sasaran seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;poetry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-2181988523604751101?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/2181988523604751101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/ideologi-perjuangan-berubah-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/2181988523604751101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/2181988523604751101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/ideologi-perjuangan-berubah-menjadi.html' title='IDEOLOGI PERJUANGAN BERUBAH MENJADI IDEOLOGI INDUSTRI'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/Sr2xwCpbfWI/AAAAAAAAAFI/WFkv9pbIbVs/s72-c/Seminar+Koran.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-7583172032885641380</id><published>2009-09-10T00:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T00:12:05.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>Kesenian Tradisional, Andalan SMANDA dalam Lomba WWM 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqimTeTTrqI/AAAAAAAAAEw/P66SDAZhp-U/s1600-h/Lomba+WWM+Smanda.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqimTeTTrqI/AAAAAAAAAEw/P66SDAZhp-U/s320/Lomba+WWM+Smanda.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379732608375828130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk pertama kalinya SMA Negeri 2 Negara (SMANDA) mewakili Kabupaten Jembrana dalam Lomba Wawasan Wiyata Mandala (WWM) tingkat provinsi. Lomba yang sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Olahraga Pariwisata dan Budaya Provinsi Bali, Rabu (2/9) lalu. Adapun aspek-aspek yang dinilai dalam lomba ini meliputi proses belajar mengajar, administrasi sekolah, lingkungan sekolah, hingga berbagai jenis ekstrakurikuler yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaksanaan Lomba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penilaian dilakukan tim juri yang terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan aspek-aspek yang dilombakan. Juri mencermati dan menilai dengan seksama pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas yang dilakukan di SMANDA yang sepenuhnya menggunakan teknologi komputerisasi sebagai aplikasi teknologi yang saat ini berkembang dengan pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekstrakurikuler, SMANDA menampilkan semua potensi siswa, mulai dari seni musik, seni tari, seni tabuh (gamelan tradisional), hingga berbagai jenis olahraga. Setidaknya 30 kegiatan ekstrakurikuler ditampilkan sekolah yang proses belajar mengajarnya dimulai dari pukul 6.30 hingga pukul 15.00 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di antara berpuluh ekstrakurikuler tersebut, kesenian tradisional menjadi andalan SMANDA yang merupakan sekolah kajian di kabupaten paling barat Provinsi Bali ini. Kesenian Jegog, salah satu kesenian khas Kabupaten Jembrana, dijadikan sebagai salah satu kegiatan andalan di SMANDA. Dari kesenian Jegog tersebut, SMANDA menjadi dikenal sampai keluar provinsi melalui pawai-pawai budaya yang diikutinya. Kesenian ini pula yang digunakan untuk menyambut tamu (juri), hingga mengantar kepulangan mereka dalam Lomba WWM kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada kendala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMAN 2 Negara, Drs. I Nyoman Suandhia mengatakan, dalam mempersiapkan sekolahnya untuk mengikuti lomba WWM ini pihaknya boleh dikatakan tidak menemui kendala yang berarti. Sebab menurutnya berbagai aspek yang dinilai dalam loba sejatinya sudah mereka laksanakan setiap hari. “Kami tidak mengalami kesulitan sebab yang dinilai ini sudah kami lakukan sehari-hari. Jadi kami bersama siswa dan seluruh komponen sekolah sudah terbiasa melakukannya. Hanya saja pada saat penilaian seperti ini kami merias sekolah agar nuansanya sedikit berbeda,” demikian Nyoman Suandhia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suandhia menambahkan, dari tiga aspek utama yang dinilai yakni penataan lingkungan, administrasi sekolah dan kegiatan belajar mangajar, yang paling lama membutuhkan persiapan adalah penataan lingkungan sekolah. Jika beranjak dari komentar dewan juri yang tadi saya antar berkeliling, kami bersaing ketat dengan SMAN 1 Kuta Utara. Sementara peserta yang lainnya katanya belum bisa menyamai kelengkapan kami. Dan jika hanya dilihat dari sisi penataan lingkungan, saya yakin sekolah kami lebih unggul,” tambahnya yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu salah satu dewan juri, Ngurah Gede Sujaya menyatakan,  kendati SMANDA sudah tergolong baik secara umum, namun dari sisi administrasi masih ditemukan ada kekurangan. “Terutama dalam hal tertib atau disiplin administrasi. Kami masih menemukan ada beberapa kejanggalan, misalnya absensi guru belum semua ditandatangani oleh para guru, namun Kepala Sekolah sudah duluan memberi tanda tangan pengesahan,” kritik Sujaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Sujaya juga menyoroti keberadaan taman sekolah yang kurang diisi tanaman obat-obatan atau apotik hidup. “Tamannya bagus, tapi akan lebih baik lagi jika ditambah tanaman-tanaman yang lebih bermanfaat semisal tanaman obat,” kritik Sujaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, dari keseluruhan pelaksanaan Lomba WWM 2009 yang diikuti SMANDA ini, setidaknya dapat menjadi bahan evaluasi pihak-pihak terkait untuk menjadikan sekolah lebih baik lagi. Sebagaimana esensi tujuan lomba yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua Tim Juri, bahwa lomba bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi sebagai motivator untuk senantiasa menjaga eksistensi sekolah agar benar-benar menjadi gudang ilmu pengetahuan sekaligus sebagai benteng pelestari budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hasil lomba ini? Kita tunggu saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;poetry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-7583172032885641380?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/7583172032885641380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/kesenian-tradisional-andalan-smanda.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/7583172032885641380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/7583172032885641380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/kesenian-tradisional-andalan-smanda.html' title='Kesenian Tradisional, Andalan SMANDA dalam Lomba WWM 2009'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqimTeTTrqI/AAAAAAAAAEw/P66SDAZhp-U/s72-c/Lomba+WWM+Smanda.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-8898275984384621986</id><published>2009-09-03T23:53:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T21:42:54.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>Perayaan 114 tahun Kota Negara Ditutup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sebulan warga Jembrana disuguhi oleh berbagai hiburan, rangkaian peringatan HUT Kota Negara ke-114, resmi ditutup oleh Bupati Jembrana, I Gede Winasa, Rabu (2/9). Panggung terbuka Ardha Candra Pura Jagatnatha yang biasanya menjadi tempat unjuk kebolehan masyarakat Jembrana tiba-tiba berubah menjadi unjuk kemahiran pejabat dan istrinya di bidang tarik suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara yang penuh gelak tawa itu, Winasa mengungkapkan antusiasme masyarakat menikmati hibutan gratis yang disuguhkan Pemkab selama sebulan penuh membuat rasa lelah yang dirasakan panitia sirna. “Mulai dari acara pembukaan, pementasan kesenian, pameran dan puncaknya pada Parade Budaya Nusantara telah disajikan dengan baik dan bisa dinikmati oleh seluruh warga Jembrana. Kebahagiaan masyarakat inilah yang membuat lelah panitia sirna,” ujarnya. Selain itu Winasa juga meminta maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan rangkaian acara peringatan HUT Kota Negara. “Saya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi warga Jembrana dalam mensukseskan rangkaian acara dalam menyambut HUT Kota Negara. Segala kekurangan yang bersifat teknis maupun karena kondisi lapangan, tentunya dapat dijadikan pelajaran bagi pelaksanaan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana HUT Kota Negara, I Gde Suinaya melaporkan peringatan HUT Kota Negara ke-114 dikemas dalam tiga dimensi kegiatan yakni, Parade Budaya Nusantara, Pameran Seni Kerajinan yang dirangkaikan dengan pameran IT serta pementasan kesenian daerah. “Secara keseluruhan, kegiatan tersebut telah diikuti dan mendapat sambutan antusias dari peserta maupun seluruh masyarakat,” kata Suinaya yang juga Sekkab Jembrana. Suinaya juga menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada puncak penutupan HUT Kota Negara, masyarakat Jembrana dihibur oleh artis Bali Yan Sri Kandi yang melantunkan tembang energiknya yang mengakibatkan penonton larut dalam alunan dan gerak yang seirama dengan iringan musik dari Punk Kwala Band hingga penonton semakin bergairah. Dengan sedikit merayu disamping meja undangan, Yan Srikandi akhirnya berhasil menggaet Kasat Pol.PP Jembrana I Ketut Wiratma yang terlihat masih malu-malu meski mendapat dukungan penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu istri Kasat Pol.PP Sri Ani Negari juga tidak mau kalah, saat artis Bali Gek Intan tampil dipanggung, Intan kembali mampu menggaet Sri Ani Negari untuk nyanyi dan joged bareng. Meski dengan berbusana adat, istri I Ketut Wiratma tidak sulit untuk mengimbangi goyangan Gek Intan.. Penutupan HUT Kota Negara ke 114 di Stage Jagatnatha mampu menarik perhatian penonton yang tetap setia mengikuti acara demi acara, yang dihadiri langsung Bupati Jembrana I Gede Winasa dan Wakilnya I Putu Artha serta pejabat Pemkab Jembrana lainnya, meski gerimis saat acara berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;poetry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-8898275984384621986?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/8898275984384621986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/perayaan-114-tahun-kota-negara-ditutup.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/8898275984384621986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/8898275984384621986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/09/perayaan-114-tahun-kota-negara-ditutup.html' title='Perayaan 114 tahun Kota Negara Ditutup'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3583176331263984509.post-7606681733477871313</id><published>2009-08-28T22:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T21:44:05.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPUTANKU'/><title type='text'>Pameran Industri Kerajinan dan IT - Jembrana 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam rangkaian perayaan HUT ke-114 kota Negara tahun 2009 ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menyelenggarakan Pameran Industri Kerajinan dan IT. Pameran yang kali ini digelar di areal parkir umum belakang kantor Bupati Jembrana ini, dibuka Selasa (25/8) sore, oleh Wakil Bupati Jembrana, I Putu Artha, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, Ari Sugianti Artha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Jembrana, I Gede Winasa dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati, I Putu Artha mengatakan, pameran ini digelar untuk membantu pengusaha kecil dan kerajinan dari seluruh Indonesia untuk memasarkan produk-produk unggulannya sehingga dapat mempercepat peningkatan ekonomi negara. “Saya harapkan pameran ini berdampak luas bagi seluruh Indonesia terutama masyarakat yang bergelut pada industri kerajinan,” demikian Bupati Winasa. “Mudah-mudahan dengan pameran ini, perajin dan pengusaha kecil bisa memasarkan hasil produksinya secara lebih luas. Kalau bisa hingga menembus pasar luar negeri,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu, Bupati Winasa juga berharap peran buyer dalam pameran ini tidak saja hanya sebatas membeli, tetapi juga ikut membantu mengenalkan hasil industri kecil sehingga dikenal hingga ke luar negeri. “Di sinilah para buyer saya minta partisipasi aktifnya untuk membeli dan memperkenalkan hasil-hasil produksi industri kecil dan kerajinan ini. Kalau bisa sampai menembus pasar ekspor,” ujar Winasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Pameran yang juga Kepala Dinas Perindakop Jembrana, I Made Sudantra, dalam laporannya menyatakan pameran kali ini diikuti 123 perajin dari 28 Kabupaten di Indonesia. Selain stand pengrajin, dalam pameran ini juga disediakan 10 stand untuk pameran Teknologi Informatika (TI). Di samping itu, menurutnya pameran kali ini telah mengalami peningkatan dari pameran yang sama di tahun sebelumnya, baik dari jumlah peserta maupun jenis barang yang di pamerkan. “Tahun lalu, jumlah peserta pameran dari luar daerah hanya 18 kabupaten, sedangakan kali ini diikuti oleh 123 perajin dari 28 Kabupaten di Indonesia. Demikian juga jenis-jenis barang kerajinan industri yang dipamerkan jauh lebih banyak dari tahun kemarin dengan kualitas yang lebih baik pula,” demikian Sudantra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sundantra juga menyatakan, dari evaluasi yang dilakukan, sebagian besar pengrajin lokal Jembrana maupun dari luar Jembrana yang telah pernah mengikuti pameran sebelumnya, dapat mendongkrak hasil penjualan mereka. Artinya, pameran industri kerajinan yang diselenggarakan Pemkab Jembrana setiap tahun ini, terbukti mampu menjadi media promosi produk kerajinan hingga keluar daerah. “Dengan demikian, pameran yang kita selenggarakan ini, juga  mampu mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat Jembrana maupun di luar daerah,” lanjut Sudantra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling Laris&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pedagang di hari pembukaan pameran, yang paling banyak diminati oleh masyarakat pengunjung adalah handycraft, terutama yang berbahan baku dari kayu. Hal ini disebabkan karena harga barang-barang tersebut relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat umum. Di samping itu, minat masyarakat terhadap barang-barang ini juga didorong oleh kegemaran masyarakat sekarang untuk memajang berbagai jenis handycraft di rumahnya guna mempercatik ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dituturkan oleh salah seorang peserta pameran, Yunita, di hari pertama setelah pembukaan 50 persen lebih barang dagangannya telah laku terjual. Pemilik usaha Jembrana Creation yang beralamat di Baler Bale Agung Negara ini mengatakan, barang-barangnya banyak dibeli para pejabat. “Barang-barang saya yang laris di hari pertama ini saja adalah barang yang biasa di pakai di rumah tangga semisal kotak tisu, nampan, karngan bunga kering. Kebetulan barang-barang tersebut kami buat dengan bahan baku kulit pohon pisang, kulit jagung, tangkai daun singkong. Jadi terlihat sangat menarik, namun harganya terjangkau oleh siapa saja,” tutur Yunita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, peserta pameran dari Yogyakarta, Yuliana, juga mengatakan barang-barang kerajinan yang dipamerkannya sangat laris dalam pameran kali ini. Penyalur barang-barang kerajinan berbahan baku akar-akaran ini, mengaku di hari pertama saja peminat barang dagangannya sudah cukup banyak. “Saat ini saya sudah berhasil menjual banyak pensil yang dihiasi akar wangi dengan berbagai bentuk. Peminatnya terutama remaja dan anak-anak sekolah,” demikian pemilik nama lengakp Yuliana Defal Comieri Sulistyani ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan, salah seorang peserta pameran juga mengaku kalau setiap pameran serangkaian HUT Kota Negara ini digelar, dirinya selalu hadir untuk memamerkan barang-barang hasil produksinya. “Hampir setiap ada pameran ini saya ikut,” ujar pedagang permata dari Jawa Timur ini. Menurut Hasan, dirinya rutin mengikuti pameran ini lantaran barang dagangannya sebagian besar ludes terjual. “Bahkan tahun lalu, saya sampai tidak membawa pulang lagi barang saya lantaran sudah semuanya laku,” tutur Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Bupati Jembrana, I Gede Winasa untuk membangkitkan industri kecil dan kerajinan sungguh bukan isapan jempol belaka. Pameran Industri Kerajinan dan Informasi Teknologi, serangkaian HUT Kota Negara, hanyalah salah satu upaya yang digagas dan dilaksanakannya di antara berbagai upaya inovasi lainnya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;poetry saraswati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3583176331263984509-7606681733477871313?l=putrisaraswatiworld.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/feeds/7606681733477871313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/08/pameran-industri-kerajinan-dan-it.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/7606681733477871313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3583176331263984509/posts/default/7606681733477871313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putrisaraswatiworld.blogspot.com/2009/08/pameran-industri-kerajinan-dan-it.html' title='Pameran Industri Kerajinan dan IT - Jembrana 2009'/><author><name>anak agung ayu putri saraswati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13149320477109168583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_R6zZxNMX4zo/SqC9Rz22TFI/AAAAAAAAABA/TKFUol6LKvw/S220/profil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
