Jumat, 09 Oktober 2009

DIDUGA ‘BOCOR’ ANJING BANYAK SEMBUNYI


Cerita tentang indera penciuman anjing yang katanya melebihi mahkluk lainnya terbukti. Setidaknya hal tersebut tergambar saat Tim Penanggulangan Penyakit Rabies Kabupaten Jembrana bersama Tim Provinsi Bali melanjutkan operasi eliminasi (pemusnahan anjing yang tak memakai tanda pengenal) di wilayah Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo, Jumat (2/10) kemarin. Mungkin lantaran anjing-anjing di Yehembang sudah mencium ‘bau’ tewasnya anjing-anjing di Pekutatan, kawanan anjing yang biasanya rame berkeliaran di jalan-jalan dan pasar, terlihat sepi saat Tim sudah tiba di lokasi sasaran, terlebih cuaca buruk dan hujan gerimis yang terjadi di seputaran Desa Yehembang dan sekitarnya menjadi salah satu penyebab anjing-anjing tersebut enggan keluar. Nampaknya mereka memilih sembunyi dan mencari tempat yang lebih hangat, sehingga tidak terpantau petugas yang siap me-nulup (nyumpit:red) dengan senjata tulup dan peluru beracun.

Meski anjing terlihat jarang dan tidak sebanyak di Pekutatan, pe-nulup jitu yang khusus didatangkan dari Provinsi Bali tersebut, tidak menyerah. Keenam orang pe-nulup tersebut, kemudian mengubah strategi dengan membagi diri. Ada yang bergerak menuju pasar, ada pula yang bergerak menyusuri jalan dan gang-gang yang ada di desa Yehembang. Bahkan perburuan anjing-anjing liar yang rawan rabies tersebut sampai ke pinggiran pantai Rambutsiwi - Yehembang.

Walhasil perburuan Tim Penulup tersebut tidak sia-sia, belasan anjing yang sembunyi di gubuk dan dibawah bale-bale maupun di rumah-rumah penduduk, atas seijin dan bantuan warga setempat, berhasil ditulup hingga tewas. Informasi aparat desa, banjar dan warga Desa Yehembang terhadap lokasi-lokasi persembunyian maupun tempat-tempat begerombolnya anjing-anjing liar sangat membantu petugas dalam melakukan eksekusinya.

Dalam eksekusi tersebut, banyak anjing gagal di-tulup, lantaran cepat kabur dan tembakannya meleset. Namun penulup – penulup tersebut tidak menyerah dan mengejar anjing-anjing tersebut hingga ke tempat persembunyiannya.

Disisi lain, menurut salah seorang Staf Dinas PKL Kabupaten Jembrana IGN Okabudhi, anjing-anjing yang sudah di vaksinasi hingga dua tahap akan diberikan tanda khusus berupa Peneng. “ Anjing-anjing yang sudah berisi peneng berarti aman dari rabies “ ujar Okabudhi. Ia menambahkan, gerakan eliminasi terhadap anjing-anjing liar akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah.

pemkab jembrana

5 Comments:

putra dan indah said...

Pertamax. salam kenal ya, mampir dong di blog kami

javanese said...

berkunjung.....
kok bersembunyinya di dedaunan, ketahuan dong.
emang benar, anjing penciumannya tajam, tau aja ada razia

nyubi said...

salam kenal aja :)
kunjungan pertama soalnya :)

Itik Bali said...

Memang benar sekarang lagi pemberantasan Rabies
Bali yang dulu bebas Rabies kini menjadi tak aman lagi..
tapi anjing juga pinter lho
mereka pinter bersembunyi

anak nagori said...

hahahahhah,,,,

anjing memang pintar,,,

Posting Komentar